Hallo, hallo, hallo!! :D
Kita berjumpa lagi. Hampir tiap hari ngepost, nggak papa lah yaa.... Lagi rajin juga soalnya hahaha
So, kali ini aku mau nulis tentang sebuah drama Korea yang selalu terngiang dalam pikiran aku sejak aku masih SD (bocah udah nonton ginian -,-")
Drama ini bergendre komedi, romantis.
Masih ingat lagu ini, "Niga sarangi doeji anhgirur birosso"?
Jika belum ingat, pasti kalian ingat dengan Han Ji-eun dan Lee Young-jae (kocak ni orang hahaha)
Full House, drama Korea terbitan tahun 2004 ini yang akan aku bahas sekarang.
Full House adalah drama seria dari negeri ginseng yang ditayangkan oleh KBS pada tahun 2004. Mengusung gendre komedi-romantis, Full House sukses membuat emosi penontonnya bercampur aduk. Dengan lama seri yang hanya 16 episode, namun Full House berhasil membuat para penontonnya mengerti sebuah makna besar dalam karya ini bahwa cinta itu datang karena terbiasa.
Mengisahkan tentang seorang gadis yatim piatu bernama Han Ji-eun, yang tinggal disebuah rumah megah peninggalan orang tuanya seorang diri dan melanjutkan hidupnya dengan menjadi penulis novel di internet. Ji-eun memiliki dua orang sahabat dekat yang 'membawanya' bertemu dengan sosok Lee Young-jae, aktor tampan yang karirnya sedang merosot perlahan karena terlalu banyak memiliki skandal.
Singkat cerita, kedua sahabat terbaik Ji-eun menjual rumah megahnya ke Lee Young-jae melalui menejemennya dengan alasan untuk kelahiran bayi mereka. Dan disinilah awal kisah 'kawin kontrak' antara Han Ji-eun dan Lee Young-jae dimulai.
Ji-eun yang tak terima rumahnya dijual tanpa izin, meminta rumahnya kembali. Namun Young-jae yang sudah membeli rumah itu secara tunai menolaknya. Akhirnya, demi mendapatkan 'Full House' kembali, Ji-eun harus menjadi pembantu dirumahnya sendiri.
Waktu demi waktupun berlalu, hingga takdir yang membawa Ji-eun menjadi 'istri' Young-jae. Demi menyelamatkan karirnya dan harga dirinya atas cinta yang tak terbalas, dihadapan Kang Hae-won (sahabat yang dicintai Young-jae sejak kecil) Young-jae menyatakan jika Ji-eun lah sosok wanita yang akan dinikahinya.
Menikah karena terpaksa, kontrak pernikahan pun dibuat demi kenyamanan bersama. Ji-eun menjadikan 'Full House' sebagai jaminan kontrak mereka. Dengan jangka waktu pernikahan yang hanya 6 bulan, Ji-eun akan mendapatkan rumahnya kembali seusai perceraian.
Andaikan waktu 6 bulan itu akan berjalan dengan mudah, tapi bukankah cinta hadir karena terbiasa? Han Ji-eun ternyata mulai jatuh cinta dengan sosok Lee Young-jae. Walaupun Young-jae adalah lelaki yang suka menyuruh dan suka berteriak, bahkan mereka selalu bertengkar setiap saat, namun cinta selalu datang dengan caranya yang luar biasa. Ji-eun selalu merasa cemburu jika Young-jae dekat dengan Hae-won (meskipun mereka sudah menikah, namun mereka tidak boleh mengganggu privasi masing-masing, itu tercantum dalam kontrak :D).
Ternyata tak berbeda jauh dengan Lee Young-jae. Meskipun hari harinya dihabiskan bersama Kang Hae-won, ternyata kepeduliaan dan ketertarikannya kepada Han Ji-eun lebih besar. Bahkan, Lee Young-jae berduel dengan 'hyung'nya Min-Hyuk (yang cukup dekat dan menyukai Ji-eun) demi mendapatkan Han Ji-eun.
Begitu banyak rintangan dalam jalan cinta Han Ji-eun dan Lee Young-jae dan ternyata takdir memang mempertemukan mereka bersama.
Banyak hal yang kadang sulit dijelaskan dalam cinta. Aku pernah baca sebuah quote, "cinta itu tak perlu alasan. karena jika cinta perlu alasan, saat alasan itu hilang maka cinta juga akan hilang bersamanya."
Cinta itu ada karena terbiasa. Ya, itu juga quote yang benar. Menurut aku cinta yang utuh itu saat kamu 'membutuhkan'. Dengan begitu, kamu tidak ingin kehilangan. Cinta itu juga adalah rasa saling membutuhkan dan melengkapi.
Sekian tulisan aku hari ini. Semoga bermanfaat. Komennya ditunggu yaaa :D
20.10.14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar